Langsung ke konten utama

Postingan

Minoritas di Ujung Jalan: "Perspektif Kritis Sosial Humanis"

Foto : Penulis Indonesia merupakan Negara kepulauan yang membentang dari sabang sampai merauke. Negara yang memiliki berbagai ragam suku , budaya, bahasa, agama adat istiadat, sehingga Indonesia di kenal sebagai Negara yang kaya akan keragamannya. Dibalik itu semua terdapat sisi kelemahan yang menyebabkan disintegrasi Bangsa yang m ajemuk yaitu sifat “intoleran”. Intoleransi   rentan terjadi di berbagai daerah, baik persoalan, agama, budaya, bahasa, suku ,   atau yang lebih eksplisit lagi terkait dengan kondisi “ fisikl y ”. Contoh kasus yang menyita berbagai macam sorotan mata baik di Indonesia maupun di Negara-Negara lain y aitu kasus yang terjadi di S urabaya , kasus itu meyebabkan kemarahan dari   suku yang tertuju . B egitu sensitifnya kata-kata yang disampaikan jika tidak difilter. Hal ini menunjukkan bahwa masih krisisnya jiwa sosial humanis yang melekat dalam diri. Dalam menyikapi hal itu membutuhkan kedekatan bukan hanya secara fisikly , mela...

Pendidikan dalam Pusaran "Diskriminasi"

Foto: Penulis Kata pendidikan tidak asing lagi atau bahkan sering diperbincangkan dan secara sadar dipraktekkan setiap hari. Secara sadar proses pendidikan terjadi dalam lingkungan keluarga   yang paling utama. Karena pada prinsipnya proses pendidikan sudah melekat dalam tiga lingkungan pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat (Ki Hajar Dewantara). Ketiga komponen inilah yang menjadi pondasi vital untuk mengawal serta membentuk pertumbuhan dan perkembangan setiap individu. Bukan pendidikan yang menindas, atau pendidikan sistem   “gaya bank” yang dimana ruang gerak bagi para murid hanya terbatas pada menerima, mencatat, dan menyimpan (Paulo Freire). Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang humanis, pendidikan yang memberikan ruang gerak terhadap murid untuk mengeksplorasi serta mengedepankan bakat dan minat dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0 saat ini. Era revolusi industri 4.0 menunjukkan bahwa begitu dinamis nya perkembangan zaman. Dengan perkem...

Pendidikan dalam Perspektif Kearifan Lokal

Foto: Penulis Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transformasi ilmu pengetahuan. Akan tetapi, pendidikan juga berkaitan dengan transformasi nilai serta membentuk karakter yang dididik. Pendidikan tidak hanya kerkaitan dengan lingkup formal, melainkan non formal. Manusia akan menjadi manusia jika berada diantara manusia yang lainnya (Immanuel Kant). Keberadaan manusia “individu” yang satu ini akan dianggap sebagai manusia secara utuh jika berada dalam lingkungan sosialnya. Sehingga, sudah menjadi hak bagi setiap orang mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya. Hal ini tentu dipertegas dalam UU BAB XIII Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 1 “Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”. Hal itu tentu bertolak belakang dengan lokal wisdom (kearifan lokal) dari masing-masing daerah. Karena permasalah ekonomi yang menjadi hal yang sangat fundamental bagi setiap orang untuk melanjutkan pendidikan. Lembaga Pendidikan serta sa...

Tri Pusat Pendidikan sebagai Pondasi Pembentukan Pendidikan Karakter

Terlahir dari rahim penjajahan pada zaman Belanda, Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal pada penduduk Hindia Belanda dan sekarang menjadi cikal bakal bagi Bangsa Indonesia. Sehingga secara kasarnya sistem pendidikan itulah yang diterapkan oleh Bangsa Indonesia. Sampai dengan hari ini sistem pendidikan Indonesia sudah mulai ditata dengan baik serta memiliki payung hukum yang menjadi landasannya yaitu Undang-undang Republik Indonesia No. Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan adanya UU itu menjadikan pendidikan di Indonesia secara konstitusional memiliki landasa-landasan dalam bertindak. Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, dalam artian menempatkan diri serta berperilaku sebagaimana mestinya dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku. Melalui pendidikan manusia dapat mengembangkan potensinya, sehingga manusia dapat menjalankan kehidupannya dengan baik, Immanuel Kant menyebutkan “manusia akan menjadi manusia jika berada diantara manusia yang...